<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
	
	<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Memo</title>
		<link>http://memo.pudakonline.com</link>
		<description>Remember When They Forget It</description>
		<generator>gelato CMS</generator>
		<image>
			<url>http://memo.pudakonline.com/images/information.png</url>
			<title>Remember When They Forget It</title>
			<link>http://memo.pudakonline.com</link>
		</image>



			<item>
				<title>Berhitung dengan freeport</title>
				<description><![CDATA[	<p>Ingat Bung Hatta? Ketika beliau diadili di Den Haag, majelis hakim bertanya apakah Hatta beserta para pejuang kemerdekaan lain mampu mengurus negara Indonesia yang merdeka? Hatta menjawab: ”Kalaupun tak mampu, itu bukan urusan Anda. Kami lebih suka melihat Nusantara musnah di bawah lautan daripada menjadi embel-embel Hindia Belanda!”</p>

	<p>-Kwik Kian Gie</p>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/158/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/158/</guid>				
				<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 09:07:04 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>Penerawang nasib</title>
				<description><![CDATA[	<p>Mama Laurent tak hadir di penghujung tahun, televisi tak lagi menghadirkan mama peramal dari segala berita buruk dan berita baik di tahun baru ini, sampeyan boleh berpaling ke mama-mama peramal yang lain, dan untuk sebuah alasan, tepatnya untuk membuat sampeyan lebih percaya diri menghadapi segala keberuntungan dan kebuntungan di tahun ini, boleh jadi sampeyan mencari pengganti Nostradamus, atau yang lokal seperti Jayabaya, atau malah ke Paul si gurita peramal sekedar untuk meramalkan nasib sampeyan, sebagai bahan bergunjing tentang segala musibah dan bencana, sekaligus sebagai bonus, bergosip persoalan kawin-cerai selebritis. Makmur atau compang-camping, hidup harus diselesaikan, jangan seperti Hitler, yang keji tapi mendadak sedih ketika menemui peramal bernama Vanga Pandeva</p>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/157/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/157/</guid>				
				<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 00:53:03 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Upah, buruh, standar hidup layak, Vereenigde Oostindische Compagnie bilang boycot, dan di kemudian hari kita menyebutnya sebagai mogok kerja, turun kejalan, demonstrasi, dan yang terakhir saya ingin menyebut sebuah nama, Marsinah. Saya tak tahu, diantara sederet kata yang saya sebutkan itu saya tak bisa mengakhiri tanpa menyebut namaya, keberanian dan rasa kesetia-kawanannya mengantarkanya pada garis nasib, kepergian Marsinah untuk selamanya tak diiringi \&amp;#8220;gugur bunga\&amp;#8221; , meski namanya seolah telah menjadi simbol militansi perjuangan buruh, dan seperti yang kita tahu, Indonesia tak menyisakan tempat bagi Marsinah, dan untuk itulah saya hendak menempatkan namanya sebagai, sebut saja, penyuluh keadilan kaum buruh!&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Upah, buruh, standar hidup layak, Vereenigde Oostindische Compagnie bilang boycot, dan di kemudian hari kita menyebutnya sebagai mogok kerja, turun kejalan, demonstrasi, dan yang terakhir saya ingin menyebut sebuah nama, Marsinah. Saya tak tahu, diantara sederet kata yang saya sebutkan itu saya tak bisa mengakhiri tanpa menyebut namaya, keberanian dan rasa kesetia-kawanannya mengantarkanya pada garis nasib, kepergian Marsinah untuk selamanya tak diiringi \&#8220;gugur bunga\&#8221; , meski namanya seolah telah menjadi simbol militansi perjuangan buruh, dan seperti yang kita tahu, Indonesia tak menyisakan tempat bagi Marsinah, dan untuk itulah saya hendak menempatkan namanya sebagai, sebut saja, penyuluh keadilan kaum buruh!</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/156/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/156/</guid>				
				<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 12:03:04 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Jika semua hari diakhiri dengan hari minggu, dan minggu akan dianggap sebagi penutup dari jumlah keseluruhan hari dalam seminggu, maka dulu, saya selalu mencari-cari, apakah minggu esok adalah minggu awal atau minggu kedua dalam almanak penanggalan Islam. Dan kehadiran saya di hari minggu itu boleh jadi adalah sebuah perjalanan pulang, yang pergi jauh harus tahu jalan pulang, kembali ke asali, ada saudara-saudara yang akan setia menunggu kita untuk segera pulang ketika tersadar bahwa perburuan terhadap waktu tak pernah kita menangkan, ada tujuh hari dalam seminggu, ada banyak tempat sebagai pilihan, jika minggu dan bertempat dijalanan sebagai pertanda sebuah perjalanan pulang, ijinkan saya meyakini, ini bukanlah sebuah kebetulan&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Jika semua hari diakhiri dengan hari minggu, dan minggu akan dianggap sebagi penutup dari jumlah keseluruhan hari dalam seminggu, maka dulu, saya selalu mencari-cari, apakah minggu esok adalah minggu awal atau minggu kedua dalam almanak penanggalan Islam. Dan kehadiran saya di hari minggu itu boleh jadi adalah sebuah perjalanan pulang, yang pergi jauh harus tahu jalan pulang, kembali ke asali, ada saudara-saudara yang akan setia menunggu kita untuk segera pulang ketika tersadar bahwa perburuan terhadap waktu tak pernah kita menangkan, ada tujuh hari dalam seminggu, ada banyak tempat sebagai pilihan, jika minggu dan bertempat dijalanan sebagai pertanda sebuah perjalanan pulang, ijinkan saya meyakini, ini bukanlah sebuah kebetulan</p>"<br /><br /> - <em>Pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/155/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/155/</guid>				
				<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:58:33 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Hari ini nduk!, Aku bangun pagi-pagi, bukan hanya untuk mendengar kicau kenari, tak hanya mencari kupu-kupu disela pohon jati, tapi lantaran ingin melihat rambutmu terbelai angin pagi, melihat jemari kakimu yang basah oleh bulir-bulir embun pagi tanpa alas kaki melewati pematang sawah semenjak hujan semusim, ini hari-mu nduk, dan jika setiap pagi adalah sebuah samsara bagimu, maka kamu-lah mutu manikam di jantung pagi&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Hari ini nduk!, Aku bangun pagi-pagi, bukan hanya untuk mendengar kicau kenari, tak hanya mencari kupu-kupu disela pohon jati, tapi lantaran ingin melihat rambutmu terbelai angin pagi, melihat jemari kakimu yang basah oleh bulir-bulir embun pagi tanpa alas kaki melewati pematang sawah semenjak hujan semusim, ini hari-mu nduk, dan jika setiap pagi adalah sebuah samsara bagimu, maka kamu-lah mutu manikam di jantung pagi</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/154/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/154/</guid>				
				<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 23:08:54 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Aku bahkan jauh lebih memahami, bahwa segala kekhawatiran tak bisa dibandingkan dengan kepedulian, demikian halnya setiap kesalahan yang tak bisa dibandingkan dengan penyesalan, untuk itulah ingatan kita di bangun sedemikian mengagumkan, selalu ada waktu buat kita untuk ber-imajinasi tentang hidup nduk!, karena imajinasi itulah yang memberikan kita kebebasan untuk selalu berani bersama dengan kejujuran dan terkadang mengajak kita untuk berdamai dengan nasib, apakah aku terlambat ber-imajinasi untuk sebuah perayaan sederhana di hari jadimu kali ini nduk?&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Aku bahkan jauh lebih memahami, bahwa segala kekhawatiran tak bisa dibandingkan dengan kepedulian, demikian halnya setiap kesalahan yang tak bisa dibandingkan dengan penyesalan, untuk itulah ingatan kita di bangun sedemikian mengagumkan, selalu ada waktu buat kita untuk ber-imajinasi tentang hidup nduk!, karena imajinasi itulah yang memberikan kita kebebasan untuk selalu berani bersama dengan kejujuran dan terkadang mengajak kita untuk berdamai dengan nasib, apakah aku terlambat ber-imajinasi untuk sebuah perayaan sederhana di hari jadimu kali ini nduk?</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/153/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/153/</guid>				
				<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:22:14 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	\&amp;#8220;Yang kita butuhkan adalah niat dan sedikit pulsa mas!, kemudian Jakarta dan kota kecil pinggiran yang pengap dan panas dimana kau tinggal tak lagi berjarak!\&amp;#8221;, perempuan wangi pecinta kopi, penggemar jeans strauss 506 dan T-shirt casual tanpa lengan, kulit putih bersih dengan lentik jemari yang tak pernah lepas dari Marlboro putih. Ketahuilah perempuan, aku laki-laki udik, lebih suka kopi tubruk daripada ice caramel machiato, masih suka mendengar sluku-sluku bathok daripada omelan tak jelas Eminem, kita ditakdirkan hanya untuk sekedar berpapasan dipersimpangan kehidupan, sekedar tegur sapa, dan bukan berada dalam ruang yang sama.&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>\&#8220;Yang kita butuhkan adalah niat dan sedikit pulsa mas!, kemudian Jakarta dan kota kecil pinggiran yang pengap dan panas dimana kau tinggal tak lagi berjarak!\&#8221;, perempuan wangi pecinta kopi, penggemar jeans strauss 506 dan T-shirt casual tanpa lengan, kulit putih bersih dengan lentik jemari yang tak pernah lepas dari Marlboro putih. Ketahuilah perempuan, aku laki-laki udik, lebih suka kopi tubruk daripada ice caramel machiato, masih suka mendengar sluku-sluku bathok daripada omelan tak jelas Eminem, kita ditakdirkan hanya untuk sekedar berpapasan dipersimpangan kehidupan, sekedar tegur sapa, dan bukan berada dalam ruang yang sama.</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/152/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/152/</guid>				
				<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:21:47 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Kau akan betah berlama-lama di dekat jendela nduk!, hanya itu yang kutahu, saat tetes air hujan yang pertama kali membasahi bumi, karena saat itulah laki-lakimu pernah mengatakan, \&amp;#8220;Dari sinilah segala rindu itu bermula dan bermuara, dari sinilah kita dengan segala ketidak-mungkinan menjadi sebuah kemungkinan, dari ketiadaan hingga menjadi sebuah keadaan yang sudah sepatutnya kita syukuri. Aku dan kamu yang kemudian menjadi kita nduk, saat itu, hari ini, dan juga esok. Akan kukatakan hal yang sama lagi, meskipun hujan yang pertama kali itu mulai mwnjauh dan menghilang dari jarak pandang\&amp;#8221; &quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Kau akan betah berlama-lama di dekat jendela nduk!, hanya itu yang kutahu, saat tetes air hujan yang pertama kali membasahi bumi, karena saat itulah laki-lakimu pernah mengatakan, \&#8220;Dari sinilah segala rindu itu bermula dan bermuara, dari sinilah kita dengan segala ketidak-mungkinan menjadi sebuah kemungkinan, dari ketiadaan hingga menjadi sebuah keadaan yang sudah sepatutnya kita syukuri. Aku dan kamu yang kemudian menjadi kita nduk, saat itu, hari ini, dan juga esok. Akan kukatakan hal yang sama lagi, meskipun hujan yang pertama kali itu mulai mwnjauh dan menghilang dari jarak pandang\&#8221; </p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/151/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/151/</guid>				
				<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:21:10 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	\&amp;#8220;Menjadi dewasa\&amp;#8221; kata emak saya suatu ketika, \&amp;#8220;adalah menjadi manusia yang lebih banyak meluangkan waktu untuk diri sendiri, menjadi dewasa adalah menjadi manusia yang rajin bertanya tentang apa yang sesungguhnya kau mau dari hidupmu yang singkat, kau akan segera dilupakan teman-teman sepermainan, secepat yang tak pernah kau bayangkan\&amp;#8221;. Terima kasih mak!, dan hari ini aku mengingatmu, karena sedemikian semestinya datangnya sebuah peringatan.&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>\&#8220;Menjadi dewasa\&#8221; kata emak saya suatu ketika, \&#8220;adalah menjadi manusia yang lebih banyak meluangkan waktu untuk diri sendiri, menjadi dewasa adalah menjadi manusia yang rajin bertanya tentang apa yang sesungguhnya kau mau dari hidupmu yang singkat, kau akan segera dilupakan teman-teman sepermainan, secepat yang tak pernah kau bayangkan\&#8221;. Terima kasih mak!, dan hari ini aku mengingatmu, karena sedemikian semestinya datangnya sebuah peringatan.</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/150/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/150/</guid>				
				<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:20:43 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Kisah kita bisa jadi hanyalah sebuah kisah biasa nduk, kita menyadari itu sejak semula, karena kisah kita terjadi didunia yang biasa, bukan di dunia antah-berantah, dunia dimana kau dan aku sama-sama mendiami dan menjejakkan kaki. Dan selanjutnya kita menjadi sedikit diantara yang beruntung, masih terdengar berita baik dan hal-hal sederhana yang membahagiakan itu terjadi, di dunia yang kian renta dan dipenuhi hati manusia yang mendamba itu kita menitipkan asa, bahwa setiap harapan masih bisa menjadi kenyataan&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Kisah kita bisa jadi hanyalah sebuah kisah biasa nduk, kita menyadari itu sejak semula, karena kisah kita terjadi didunia yang biasa, bukan di dunia antah-berantah, dunia dimana kau dan aku sama-sama mendiami dan menjejakkan kaki. Dan selanjutnya kita menjadi sedikit diantara yang beruntung, masih terdengar berita baik dan hal-hal sederhana yang membahagiakan itu terjadi, di dunia yang kian renta dan dipenuhi hati manusia yang mendamba itu kita menitipkan asa, bahwa setiap harapan masih bisa menjadi kenyataan</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/149/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/149/</guid>				
				<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:17:52 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Pertama kali mengenal internet, apa yang anda cari di mesin raksasa pencari Google?, teman saya bilang, \&amp;#8220;Bokep!\&amp;#8221;, teman yang lain bilang \&amp;#8220;Ah&amp;#8230; kayak nggak tahu aja\&amp;#8221;, entah apa maksud kalimatnya, padahal saya benar-benar tak tahu, dan yang tak habis pikir ada yang bilang \&amp;#8220;saya penasaran mas, karenanya saya bolak-balik mengetik nama istri saya di Google, dan beruntung, Tembolok Google tak menyimpan rekam jejak perempuan yang telah menjadi istri saya itu\&amp;#8221;, (Jian opo kowe kurang gawean tho le&amp;#8230;le&amp;#8230;.!)&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Pertama kali mengenal internet, apa yang anda cari di mesin raksasa pencari Google?, teman saya bilang, \&#8220;Bokep!\&#8221;, teman yang lain bilang \&#8220;Ah&#8230; kayak nggak tahu aja\&#8221;, entah apa maksud kalimatnya, padahal saya benar-benar tak tahu, dan yang tak habis pikir ada yang bilang \&#8220;saya penasaran mas, karenanya saya bolak-balik mengetik nama istri saya di Google, dan beruntung, Tembolok Google tak menyimpan rekam jejak perempuan yang telah menjadi istri saya itu\&#8221;, (Jian opo kowe kurang gawean tho le&#8230;le&#8230;.!)</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/148/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/148/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:33:18 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Menjadi Jawa dan selanjutnya bangga itu hanya perlu sedikit waktu, laras kebo giro dalam hitungan siji-loro-limo-nenem itu bisa kami kuasai dalam hitungan menit, \&amp;#8220;Menjadi jawa itu tak sulit mas, dan perlu, karena ia menjadikan kita mem-bumi, menarik kita kembali ke asali\&amp;#8221;, begitu kata teman sebelajaran sambil membetulkan blangkon diantara gong, bonang, saron, slenthem dan kenong. Tapi saya paling suka dengan peking, hanya karena ia dominan dan harus dibunyikan dua kali untuk satu ketukan&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Menjadi Jawa dan selanjutnya bangga itu hanya perlu sedikit waktu, laras kebo giro dalam hitungan siji-loro-limo-nenem itu bisa kami kuasai dalam hitungan menit, \&#8220;Menjadi jawa itu tak sulit mas, dan perlu, karena ia menjadikan kita mem-bumi, menarik kita kembali ke asali\&#8221;, begitu kata teman sebelajaran sambil membetulkan blangkon diantara gong, bonang, saron, slenthem dan kenong. Tapi saya paling suka dengan peking, hanya karena ia dominan dan harus dibunyikan dua kali untuk satu ketukan</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/147/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/147/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:33:00 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Disetiap menghadiri upacara sakral pernikahan seorang teman, saya ingat banyak hal, mulai masa lajang teman saya itu sampai saat ia tengah berkeringat dingin menghadapi Naib, semuanya seolah dengan cepat terpapar ulang dalam sekelebatan ingatan, entah sudah berapa kali ia bergonta-ganti pasangan semasa lajang, itupun sejauh yang saya tahu, tapi saya juga ingat sebuah kutipan dari film Bones yang tersohor itu, \&amp;#8220;You can love many, but there will only be one you love the most!&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Disetiap menghadiri upacara sakral pernikahan seorang teman, saya ingat banyak hal, mulai masa lajang teman saya itu sampai saat ia tengah berkeringat dingin menghadapi Naib, semuanya seolah dengan cepat terpapar ulang dalam sekelebatan ingatan, entah sudah berapa kali ia bergonta-ganti pasangan semasa lajang, itupun sejauh yang saya tahu, tapi saya juga ingat sebuah kutipan dari film Bones yang tersohor itu, \&#8220;You can love many, but there will only be one you love the most!</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/146/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/146/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:32:28 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Indonesia lahir dengan segenap keyakinan, ia mencoba mendekonstruksi yang kolonial, tapi Indonesia hadir dengan design yang tak siap, demikian juga dengan arus politik yang mengikutinya, ia terlalu premature untuk meringkus segala kepentingan ketika Indonesia hadir hanya sebagai sebuah fantasi dalam jagad hasrat. Demi masa, demi waktu, inilah Indonesia, yang hadir untuk masa depan anak-anak kita sebagai sebuah dusta&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Indonesia lahir dengan segenap keyakinan, ia mencoba mendekonstruksi yang kolonial, tapi Indonesia hadir dengan design yang tak siap, demikian juga dengan arus politik yang mengikutinya, ia terlalu premature untuk meringkus segala kepentingan ketika Indonesia hadir hanya sebagai sebuah fantasi dalam jagad hasrat. Demi masa, demi waktu, inilah Indonesia, yang hadir untuk masa depan anak-anak kita sebagai sebuah dusta</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/145/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/145/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:32:18 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Update status, bagi saya, antara perlu dan tidak perlu, saya memberanikan diri untuk membenarkan standar ganda dalam hal ini, tapi teman saya mengingatkan, \&amp;#8220;update status, setidaknya adalah menjaga eksistensi mas, paling tidak, sampeyan masih baik-baik saja dibelahan bumi yang lain, cogito ergo sum, kata descartes, dan setidaknya menghindarkan sampeyan dari ke-terlantar-an indrawi (sensory deprivation) dalam berhubungan sosial dengan yang lain\&amp;#8221;, Keterlantaran Indrawi?... Asyem!&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Update status, bagi saya, antara perlu dan tidak perlu, saya memberanikan diri untuk membenarkan standar ganda dalam hal ini, tapi teman saya mengingatkan, \&#8220;update status, setidaknya adalah menjaga eksistensi mas, paling tidak, sampeyan masih baik-baik saja dibelahan bumi yang lain, cogito ergo sum, kata descartes, dan setidaknya menghindarkan sampeyan dari ke-terlantar-an indrawi (sensory deprivation) dalam berhubungan sosial dengan yang lain\&#8221;, Keterlantaran Indrawi?... Asyem!</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/144/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/144/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:32:00 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Tetapkan hatimu dihadapan beribu kemungkinan nduk!, hidup memang akan memberimu banyak pilihan, tapi aku telah pilihkan ini sebagai jalanmu dan jalan kita, sebuah jalan sunyi senyap dalam hidup yang akan menuntun kita pulang, ke sebuah rumah sederhana yang didalamnya kita menikmati kesedihan sama riangnya dengan kebahagiaan, disanalah kita akan menetap dan menghitung-habiskan sisa-sisa usia, dimana teh manis dan kopi dengan sedikit gula akan menjadi tokoh dalam setiap cerita&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Tetapkan hatimu dihadapan beribu kemungkinan nduk!, hidup memang akan memberimu banyak pilihan, tapi aku telah pilihkan ini sebagai jalanmu dan jalan kita, sebuah jalan sunyi senyap dalam hidup yang akan menuntun kita pulang, ke sebuah rumah sederhana yang didalamnya kita menikmati kesedihan sama riangnya dengan kebahagiaan, disanalah kita akan menetap dan menghitung-habiskan sisa-sisa usia, dimana teh manis dan kopi dengan sedikit gula akan menjadi tokoh dalam setiap cerita</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/143/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/143/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:31:39 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Jika reuni adalah upaya ingatan kita untuk tak pernah menyerah, perjuangan tahunan yang terus dihelat untuk melawan lupa, sekaligus sebuah upaya bagaimana merawat kenangan, merawat masa lalu yang tak pernah kembali dan tak pernah sepenuhnya bisa diingat secara menyeluruh, barangkali juga sebuah upaya sia-sia bahwa manusia memang memiliki ke-enggan-an untuk menjadi tua dan menjadi bagian dari masa lalu itu sendiri&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Jika reuni adalah upaya ingatan kita untuk tak pernah menyerah, perjuangan tahunan yang terus dihelat untuk melawan lupa, sekaligus sebuah upaya bagaimana merawat kenangan, merawat masa lalu yang tak pernah kembali dan tak pernah sepenuhnya bisa diingat secara menyeluruh, barangkali juga sebuah upaya sia-sia bahwa manusia memang memiliki ke-enggan-an untuk menjadi tua dan menjadi bagian dari masa lalu itu sendiri</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/142/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/142/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:31:00 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Dengan Humor, Sampeyan akan mampu mengatasi rasa sakit luar biasa dan mampu bertahan dalam kemiskinan yang mendera! Tanpa humor yang bagus, manusia cenderung memiliki niatan untuk bunuh diri. Indonesia yang sakit dan kian melarat sedang meng-humor-i banyak hal, entah lucu entah konyol ia perlu tawa, setiap tawa mengamini setiap humor, mengurangi sakit, mirip sebuah doa, menjauhkan Indonesia dari setiap kemiskinan&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Dengan Humor, Sampeyan akan mampu mengatasi rasa sakit luar biasa dan mampu bertahan dalam kemiskinan yang mendera! Tanpa humor yang bagus, manusia cenderung memiliki niatan untuk bunuh diri. Indonesia yang sakit dan kian melarat sedang meng-humor-i banyak hal, entah lucu entah konyol ia perlu tawa, setiap tawa mengamini setiap humor, mengurangi sakit, mirip sebuah doa, menjauhkan Indonesia dari setiap kemiskinan</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/141/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/141/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:30:51 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Saudara-saudara warga dunia yang budiman, Perkenalkan!, inilah kami warga Indonesia, warga yang baik dan yang buruk, yang konyol dan cantik, yang sembrono dan serakah, yang rakus dan yang ramah, yang korup dan sesekali sedekah, yang santun dengan dosa, terimalah kami sebagai warga dunia, apa adanya, saudara sudah ada di hati kami, dan sedemikianlah harapan, kami ada di hati saudara-saudara semua, Terima kasih&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Saudara-saudara warga dunia yang budiman, Perkenalkan!, inilah kami warga Indonesia, warga yang baik dan yang buruk, yang konyol dan cantik, yang sembrono dan serakah, yang rakus dan yang ramah, yang korup dan sesekali sedekah, yang santun dengan dosa, terimalah kami sebagai warga dunia, apa adanya, saudara sudah ada di hati kami, dan sedemikianlah harapan, kami ada di hati saudara-saudara semua, Terima kasih</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/140/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/140/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:30:22 +0000</pubDate>				
			</item>


			<item>
				<title>&quot;	Katakan saja nduk!, bukankah hidup telah mengajarimu banyak hal, sesuatu yang tak pernah kau katakan akan menjadi terlalu menyakitkan, ia tak hanya menyakiti perasaan orang lain tapi sekaligus menyakiti dirimu sendiri. Jangan bilang bahwa waktu akan menyadarkan, waktu akan meninggalkan kesadaran jauh di belakang, katakan saja nduk!, dengan sebaik-baiknya penyampaian, dan waktu akan memberikan ruang untuk kesadaran&quot;</title>
				<description><![CDATA["	<p>Katakan saja nduk!, bukankah hidup telah mengajarimu banyak hal, sesuatu yang tak pernah kau katakan akan menjadi terlalu menyakitkan, ia tak hanya menyakiti perasaan orang lain tapi sekaligus menyakiti dirimu sendiri. Jangan bilang bahwa waktu akan menyadarkan, waktu akan meninggalkan kesadaran jauh di belakang, katakan saja nduk!, dengan sebaik-baiknya penyampaian, dan waktu akan memberikan ruang untuk kesadaran</p>"<br /><br /> - <em>pudakonline</em>]]></description>
				<link>http://memo.pudakonline.com/post/139/</link>
				<guid isPermaLink="true">http://memo.pudakonline.com/post/139/</guid>				
				<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 23:29:48 +0000</pubDate>				
			</item>

	</channel>
</rss>
