Pada mulanya adalah nafsu, lalu tragedi itu digelar, hasrat yang lama terpendam itu disalurkan, batas-batas diabaikan, kebusukan disamarkan, kenikmatan ditaburkan, religiusitas sekedar rutinitas ritual, karena dunia yang sementara begitu menjajikan, dan seperti tragedi usang yang tak pernah lelah untuk terus dipentaskan ulang, kita, adalah pendosa dengan segala kesungguhan
— pudakonline
