Setiap peringatan hari buruh, saya mengingat sebuah nama, ia adalah pertanda, bahwa perlawan kaum proletar terhadap kapitalis yang lentur itu adalah sebuah ke-sia-sia-an, perlawan tak lagi nampak sebagai perlawanan, ia mirip sebuah tragedi, dan tragedi adalah sebuah kisah sedih. Tragedi butuh darah sekaligus nyawa untuk menambah kisah sedihnya, Marsinah, nama yang mengingatkan, bahwa kemakmuran itu masih memihak
— pudakonline
