Masihkah adap kesantunan itu diajarkan ditengah derasnya modernitas jaman, bukankah ia telah larut ketika kisah “Kajian sejarah empat puluh tujuh hamba” itu kembali di narasikan ulang, dari seorang tokoh nista paling aib yang mencoba dikukuhkan dalam sejarah, laki-laki jepang yang runyam bernama Kôtsuké no Suké, guru tata krama yang kehilangan unggah-ungguh lengkap dengan kekurang-ajaran, saya mengabadikan ulang
— pudakonline
