Baiklah Tuan!, sejarah negeri kami memang ditulis dari kisah perselingkuhan raja-raja, rintihan paksa para selir muda, dan klenik pusaka. Demikianlah Monsieur!, sejarah negeri kami memang diisi oleh keserakahan, ambisi dan warna-warni sakit hati, hiruk pikuk aib penguasa itu tabu untuk diungkap. Kami membaca sejarah negeri kami sendiri dalam bau apak keringat dan rasa mual yang menggairahkan
— pudakonline
