Suara hening aktivis buku di karnaval politik yang riuh
Mirip Dramaturgi novel-novel panjang yang menanam konflik dan kejutan dihalaman-halaman tertentu ketika pembaca sudah menapaki tangga frustasi, demikianlah demokrasi di Indonesia itu.
Muka-muka berlomba pamer di pinggiran jalan, ada yang manis, lucu, lugu, wagu, di darat, laut dan udara. Nyaris tak ada ruang kosong tanpa serbuan muka-muka itu, Pohon-pohon yang biasa dipakai tukang sedot wc dibabatnya habis tanpa sisa.
dari Muhidin M Dahlan dan ketikan saya yang amburadul.
