Lumut
Dalam gang pikiranku bergumam
seperti kemarin saja
kini los yang dulu kami tempati
jadi bangunan berpagar tembok tinggi
aku lalui rumah yang dulu disewa Riyanto
buruh kawan sekerjaku
dimana kini dia sekeluarga
kampung ini tak memiliki tanah lapang lagi
tanah-tanah kosong sudah dibeli
dalam gang setengah gelap
setengah terang
aku nemu perumpamaan:
kita ini lumut
menempel di tembok-tembok bangunan
berkembang di pinggir-pinggir selokan
di musim kemarau kering
diterjang banjir
tetap hidup
menurutmu sendiri
kita ini siapa?
8/2/91 – kampung kalangan solo
~ Wiji Thukul ~
