Hari ini nduk!, Aku bangun pagi-pagi, bukan hanya untuk mendengar kicau kenari, tak hanya mencari kupu-kupu disela pohon jati, tapi lantaran ingin melihat rambutmu terbelai angin pagi, melihat jemari kakimu yang basah oleh bulir-bulir embun pagi tanpa alas kaki melewati pematang sawah semenjak hujan semusim, ini hari-mu nduk, dan jika setiap pagi adalah sebuah samsara bagimu, maka kamu-lah mutu manikam di jantung pagi
— pudakonline
