“Yang kita butuhkan adalah niat dan sedikit pulsa mas!, kemudian Jakarta dan kota kecil pinggiran yang pengap dan panas dimana kau tinggal tak lagi berjarak!”, perempuan wangi pecinta kopi, penggemar jeans strauss 506 dan T-shirt casual tanpa lengan, kulit putih bersih dengan lentik jemari yang tak pernah lepas dari Marlboro putih. Ketahuilah perempuan, aku laki-laki udik, lebih suka kopi tubruk daripada ice caramel machiato, masih suka mendengar sluku-sluku bathok daripada omelan tak jelas Eminem, kita ditakdirkan hanya untuk sekedar berpapasan dipersimpangan kehidupan, sekedar tegur sapa, dan bukan berada dalam ruang yang sama.
— pudakonline
