Kau akan betah berlama-lama di dekat jendela nduk!, hanya itu yang kutahu, saat tetes air hujan yang pertama kali membasahi bumi, karena saat itulah laki-lakimu pernah mengatakan, “Dari sinilah segala rindu itu bermula dan bermuara, dari sinilah kita dengan segala ketidak-mungkinan menjadi sebuah kemungkinan, dari ketiadaan hingga menjadi sebuah keadaan yang sudah sepatutnya kita syukuri. Aku dan kamu yang kemudian menjadi kita nduk, saat itu, hari ini, dan juga esok. Akan kukatakan hal yang sama lagi, meskipun hujan yang pertama kali itu mulai mwnjauh dan menghilang dari jarak pandang”
— pudakonline
