Tragedi itu bisa hadir di tengah lapangan, sembilan puluh menit adalah pertaruhan, di sana kekuatan dipetakan, strategi diciptakan, segala kemungkinan diperhitungkan. Dan lantai harapan terkadang sama licinnya dengan lantai kehidupan, sepakbola tak sekedar urusan menang kalah, kebanggaan menjadi Indonesia tak lagi bergantung pada otak, melainkan pada kaki yang saling gaprak, dan Nasionalisme tengah menjadi taruhan
— pudakonline
