RSS

Memo

Remember When They Forget It
Feb 17
Permalink

Sajak Liar

Kami telah mual bau bangkai kata-kata memoles bingkai-bingkai tua dari cermin omong kosong.

Kami mau: Jantung hidup darah merah dendang lantang pukulan nadi yang menderas napas kian deras, hingga balapan dengan tanggapan otak dan hati, otak dan hati sendiri.

Kami benci keindahan kuda pingitan yang licin bulunya dan putih, hidup dari persediaan.

Kami ingin: kuda liar ditengah padang yang deras melepas mau hatinya biar tertarung, biar patah, biar mati, berani menjuang nasib, merebut kemujuran dalam sanggup bangkit kembali dengan tenaga sendiri untuk turun-naik gunung… berlari masuk keluar lembah… berdiri mendesak ke cakrawala dengan kemauan yang mendidih haus baru, lapar baru, bebas memilih hidup atau mati, mana suka: Jiwa pelopor.

Taslim Ali
(kutipan dari kata pengantar Mereka Yang Dilumpuhkan, 1951)

Permalink

Yang Sakit

Titel akademi tak menjamin orang jadi berguna untuk sesama manusia.Dan kalau dokter seperti itu bebas, dia tidak akan menyembuhkan orang sakit. Dia akan makan orang sakit itu sampai sekenyang-kenyangnya. Dan kalau dia sudah kenyang, dengan matanya dia akan berkata pada si sakit itu: sekarang engkau boleh mampus

~ Dikutip dari mereka yang dilumpuhkan, Pramoedya Ananta Toer ~

Feb 14
Permalink

“Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia.” (Bumi Manusia)

— Pramoedya Ananta Toer
Feb 12
Permalink

Kalam

berapa kali lagi
aku dapat menulis puisi

apakah ada keyakinan
seperti saat yang hilang
didalam perenungan

sekayu,2008

Eko Putra

Permalink

Bersama Ibu Kesunyian

Membaca buku besar kesunyian di taman
terbuka sejuta pintu gerbang kerajaan
lengkap dengan tangga pendakian
mengangkasa aku dalam buai sayang

Ingin kunikahi kisah-kisah tak khatam
yang lembarannya menyimpan rapi wajah kematian
dan gizi baru tak berumah zaman
menggelitik ususnya bangkit di ujung pedang

Yogyakarta, 1991
Abidah El Khalieqy

Feb 08
Permalink

Dunia diciptakan Penerjemah

Jose Saramago : “ Sastrawan dengan bahasanya menciptakan sastra nasional, Sastra dunia diciptakan oleh penerjemah”

Permalink

“Kata kata mencium kita seakan bermulut”

— Alexandre O Neil
Permalink

Puisi

Hakekat puisi bukan sebatas bahasa ( kata, gramatika, dan semantika), puisi punya nuansa dan gaya khas serta kerap mengandung makna samar dan pelik, Menterjemahkan puisi adalah menerjemahkan bahasa sekaligus batin sebuah kebudayaan yang membentuk dan melatarinya.

Hm.. dan itu tidaklah mudah.

Feb 02
Permalink

“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai”

— Pramoedya Ananta Toer
Jan 31
Permalink

Kembalilah Hai Zaman Siti Nurbaya

Paksa Aku Ayah !!!

MyA Cokelat
15 September 2007