RSS

Memo

Remember When They Forget It
Oct 29
Permalink

Sadumuk

sadumuk bathuk, sanyari bumi, bakal ditohi tumekan pati

Oct 26
Permalink

Que Sera Sera. Saya bertanya kepada ibu saya, akan seperti apa saya kelak, akankah menjadi anak cakap dan kaya raya?, tapi entahlah, saya tak jua menjadi kaya apalagi cakep, dan Indonesia kecil bertanya pada Ibu pertiwi, seperti apa Indonesia kelak, ia diam tanpa jawab, hanya sesenggukan dan terbata-bata memohon maaf… karena telah melahirkan maling kundang, Indonesia, the future‘s not ours, Che sarĂ  sarĂ !

— pudakonline
Permalink

Cidade de Deus, 2 jam 9 menit 44 detik, kesekian kalinya saya putar ulang, karena setiap menyaksikan kebrutalan, saya ingat Rio de Janeiro yang kumuh, memahami pesan Fernando Meirelles tentang ketidakhadiran Tuhan ketika yang durjana dari manusia itu ditelanjangi, Tapi ini Indonesia, yang tak pernah menampik kehadira…n Tuhan, tapi yang brutal, korup dan durjana juga hadir disini, jauh lebih rapi dari Rio de Janeiro

— pudakonline
Permalink

Karena aib itu adalah urusan seks, bukan korupsi, bukan pula kalah di meja judi, seperti JM. Coetze dalam buku pendek tentang sejarah aib, dan aib yang melibatkan alat genital yang luput dari pengamatan Darwin karena tak pernah ber-evolusi semenjak jaman purba itu membuat kita bertanya-tanya soal ujaran moral, saya j…adi ingat Epicurean tentang trilemma argumen, God is omnipotent, God is good, but Evil exists!

— pudakonline
Permalink

Apa kabar ekonomi?, masihkah jalanmu tersendat, padat merayap atau malah macet total?, masihkah kita perlu mendegar obrolan ekonomi sekelas nobel ketika sesuap nasi makin sulit dicari, ketika semua biaya hidup merangkak naik perlahan namun pasti?, apa benar masa depan yang gemah ripah loh jinawi hanyalah padatnya jan…ji-janji?, apakah sesungguhnya ekonomi yang telah membuat kita cemas berlebihan?”. embuh gak weruh!

— pudakonline
Permalink

Entah berapa banyak hati perempuan yang kian larat dan nelangsa untuk mencinta, ketika air mata dan peluh menjadikan tanda semburat asa, berapa banyak perempuan yang ingin sekedar berteduh dan ingin nampak menjadi istimewa di didepan mata laki-lakimu ini nduk!, aku masih laki-lakimu yang mencoba bertahan dan mendaras… doa, laki-laki biasa, bukan malaikat bersayap, yang tengah mengukur seberapa besar kekuatan doa

— pudakonline
Permalink

Gaudeamus igitur studentenlieder!, masihkah saat-saat wisuda itu membekas di ingatan, saya membayangkan ada wisuda lengkap dengan toga serta hyme Gaudeamus igitur selepas Ramadhan, tentu saja hanya bagi anda yang lulus tanpa coretan dosen penuh revisi sana sini, Vinit nostra brevis est, Brevi finietur, Venit mors vel…ociter, Rapit nos atrociter, vivat academia, vivat professores, vivat et respublica

— pudakonline
Permalink

Ini bukanlah kata pengantar, tak ada kata pengantar untuk hari yang Fitri yang konon datang dari Tuhan, inilah hari dimana kita bisa memahami sekaligus memaklumi, bahwa salah dan dosa juga adalah ciptaan Tuhan, tak semua salah akan serta merta menjadi dosa, dan kita merayakan, seperti kata Josef Pieper, merenungkan s…egala dosa pada hakekatnya adalah merayakan, untuk itu, mari merayakan dengan cara saling memaafkan

— pudakonline
Sep 05
Permalink

Pada mulanya adalah nafsu, lalu tragedi itu digelar, hasrat yang lama terpendam itu disalurkan, batas-batas diabaikan, kebusukan disamarkan, kenikmatan ditaburkan, religiusitas sekedar rutinitas ritual, karena dunia yang sementara begitu menjajikan, dan seperti tragedi usang yang tak pernah lelah untuk terus dipentaskan ulang, kita, adalah pendosa dengan segala kesungguhan

— pudakonline
Jun 26
Permalink

Karena engkaulah nduk, hikayat ini kembali aku tuturkan, karena tidak semua dusta akan menjadi dosa, tak setiap tanya butuh jawab dan tak setiap tangis adalah derita. Wajibnya kau tahu nduk, ini hidup yang sebisa mungkin dirayakan, sedapat mungkin disyukuri, meski hidup adalah serentetan ketidak-pastian dalam setiap lipatan usia. Happy anniversary nduk!, aku berdoa untuk setiap subuh dalam hidupmu

— pudakonline