Masih saja terjadi yang seperti ini di negeri ini
dan hari ini aku mencatatnya
Bukan apa-apa
Sekedar memberikan kepada penerus negeri ini
Bahwa negeri nenek moyangnya ini tak pernah pergi kemanapun
Sejarah zat yang meloncat dari kebiasaan struktur utamanya.
Prigogine
Umumnya para penulis dan aktivis buku atau seniman menjauhi dunia yang sudah kadung dikutuk sebagai tempat bersemayamnya hipokrisi
Muhidin M Dahlan
Soekarno adalah pelahap pelbagai macam buku yang membikin setiap ucapannya menggetarkan dan mengerakkan. Hatta adalah penimbun buku yang ulet yang membikin setiap sikapnya yang tenang menghidupkan refleksi
Mirip Dramaturgi novel-novel panjang yang menanam konflik dan kejutan dihalaman-halaman tertentu ketika pembaca sudah menapaki tangga frustasi, demikianlah demokrasi di Indonesia itu.
Muka-muka berlomba pamer di pinggiran jalan, ada yang manis, lucu, lugu, wagu, di darat, laut dan udara. Nyaris tak ada ruang kosong tanpa serbuan muka-muka itu, Pohon-pohon yang biasa dipakai tukang sedot wc dibabatnya habis tanpa sisa.
dari Muhidin M Dahlan dan ketikan saya yang amburadul.
“1001 kali seni menghindar dari politik, 1001 politik akan mencampuri urusan seni”
— Amir Pasaribu, komposer Lekra terdepan