Menyusuri kota Jancukarta Ngadikere!”,kata kawan dari Yogya semasa dulu, “serasa menyusuri kota tua yang mencoba dusta pada usia, membuat orang-orang seperti kita menjadi kere permanen!”. Saya membenarkannya kemarin, streaptease tanpa koreografer, minuman beralkohol, perempuan berdada padat berpantat penuh, “Batavia tanpa perempuan, serasa rumah tanpa kakus kang!” begitu kalimat terakhirnya sejauh yang saya ingat
