RSS

Memo

Remember When They Forget It
Jun 18
Permalink

Indonesia, dari sini segalanya berawal-mula, dari sini segalanya tumpah-ruah, musibah, bencana, dan juga sumpah serakah. Sebuah negeri yang akan diingat anak dari segala bangsa dengan sederet alkisah, negeri gemah ripah loh jinawi lalu lenyap karena keserakahan manusia yang hidup di atas buminya sendiri, sebuah negeri yang penuh cerita tentang sedemikian dekatnya manusia sebagai penghuni dengan serentetan tragedi

— pudakonline
Permalink

EXPECTO PATRONUM!, Saya tahu, ia hanya mantra Harry Potter untuk menciptakan Patronus demi mengusir dementor, bisa jadi kita perlu meminjam mantra itu untuk mengusir sederet kesialan Indonesia, Indonesia yang pongah, Indonesia yang tengah mengirim demokrasi dan peradaban bangsa-nya pada lubang kuburnya sendiri. Siapa iblis siapa malaikat, dan Francis Bacon benar, inilah negeri yang penuh “Iblis berzirah malaikat

— pudakonline
Permalink

Teman saya mengeluh, ia bilang “Facebook sudah kayak pasar!, orang mondar-mandir jualan, mulai pelangsing perut, obat kuat laki-laki sampai pembalut wanita import”. Bicara pasar adalah bicara soal kekejaman dan keserakahan itu dilabeli halal, mekanisme pasar mengingatkan saya pada Stalin, Lenin sampai Mao zedong. Dan barusan, ada yang jual kutang merah berenda, atau diam-diam sudah sekalian sama isi kutang?

— pudakonline
Permalink

Ini pertengahan mei, dan april yang basah oleh air hujan baru saja berangkat dan pergi, aku tak menemukanmu diantara april dan mei, semoga juni yang mengendap-ngendap dengan anginnya yang kering nanti aku menemukanmu, semoga juni tak abai dengan janji, semoga juni tak mengkhianati, aku telah memesan kenangan nduk, tepat di bulan juni yang terakhir, dan semoga kenangan yang kupesan di Juni itu sedang baik-baik saja

— pudakonline
May 18
Permalink

Sudahkah kau terima pesan pendek dariku sore ini nduk!, secangkir kopi dengan sedikit gula, secangkir kopi kesekian setiap sore sebelum kita saling berkisah, tentang gelisah dan bahagia itu berawal mula, tentang hari-hari kerja yang semakin kurang ajar, tentang jalanan yang tak lagi ramah, dan mampukah kita menjadi segala yang menghadirkan hangat nduk, di setiap lini masa, ketika sore tak lagi bisa dibilang senja

— pudakonline
Permalink

Abadikan namamu layaknya tokoh, jadilah legenda dalam hidup yang singkat, pertaruhkan hidupmu karena hidup yang tak dipertaruhkan tak akan pernah dimenangkan, jika Gayus tak mampu ditiru karena keberadaan, jadilah Norman dengan berharap-harap cemas pada keberuntungan, jadilah tokoh mulia atau tokoh paling brengsek sedunia, jangan jadi yang biasa-biasa saja karena kau akan segera diseret jaman digerus usia

— pudakonline
Apr 22
Permalink

Dear kamu, ya, kamu nduk, yang memulai hari dengan menyuguhkan secangkir kopi pagi, kamu nduk, yang tanpa segan dan malu-malu bertanya kenapa kita justru menjadi bahagia saat kita tak punya apa-apa. Jaman kian sengkarut dan usia memang tak lagi jenaka, tapi begitulah nduk, setiap yang hidup akan membawa kodratnya masing-masing, dan yang sederhana nduk, sekali lagi, bukan berarti tak memiliki apa-apa

— pudakonline
Permalink

Hidup terburuk adalah kehilangan imajinasi masa kanak-kanak, There‘s no bad people nor bad choices, And such the world would never exist, terima kasih saya untuk Letto, Innosense‘s Innocence!

— pudakonline
Permalink

Saya tahu, ini status tak penting, tapi selanjutnya kita tahu, dengan jejaring sosial termasuk facebook, apa yang tak penting menjadi begitu penting bagi orang lain untuk diketahui, setiap gaya adalah pose, setiap tempat adalah pentas, setiap ketololan adalah kreativitas, dan setiap kebingungan adalah berita

— pudakonline
Feb 24
Permalink

Kali pertama aku melihatmu nduk!, aku memang lupa dimana, barangkali di kebun belakang rumah saat kau main gobak sodor dan lompat tali, atau aku pernah menemuimu dalam mimpi-mimpi disetiap tidur malammu, seakan tak pernah ada dalam rencana jika pada akhirnya kita adalah pasangan suami istri, hidup memang penuh kejutan di setiap tikungan kehidupan, dan tak satu setanpun tahu kemana sejarah kita akan diakhiri

— pudakonline