RSS

Memo

Remember When They Forget It
Oct 29
Permalink

Pertama kali mengenal internet, apa yang anda cari di mesin raksasa pencari Google?, teman saya bilang, “Bokep!”, teman yang lain bilang “Ah… kayak nggak tahu aja”, entah apa maksud kalimatnya, padahal saya benar-benar tak tahu, dan yang tak habis pikir ada yang bilang “saya penasaran mas, karenanya saya bolak-balik mengetik nama istri saya di Google, dan beruntung, Tembolok Google tak menyimpan rekam jejak perempuan yang telah menjadi istri saya itu”, (Jian opo kowe kurang gawean tho le…le….!)

— pudakonline
Permalink

Menjadi Jawa dan selanjutnya bangga itu hanya perlu sedikit waktu, laras kebo giro dalam hitungan siji-loro-limo-nenem itu bisa kami kuasai dalam hitungan menit, “Menjadi jawa itu tak sulit mas, dan perlu, karena ia menjadikan kita mem-bumi, menarik kita kembali ke asali”, begitu kata teman sebelajaran sambil membetulkan blangkon diantara gong, bonang, saron, slenthem dan kenong. Tapi saya paling suka dengan peking, hanya karena ia dominan dan harus dibunyikan dua kali untuk satu ketukan

— pudakonline
Permalink

Disetiap menghadiri upacara sakral pernikahan seorang teman, saya ingat banyak hal, mulai masa lajang teman saya itu sampai saat ia tengah berkeringat dingin menghadapi Naib, semuanya seolah dengan cepat terpapar ulang dalam sekelebatan ingatan, entah sudah berapa kali ia bergonta-ganti pasangan semasa lajang, itupun sejauh yang saya tahu, tapi saya juga ingat sebuah kutipan dari film Bones yang tersohor itu, “You can love many, but there will only be one you love the most!

— pudakonline
Permalink

Indonesia lahir dengan segenap keyakinan, ia mencoba mendekonstruksi yang kolonial, tapi Indonesia hadir dengan design yang tak siap, demikian juga dengan arus politik yang mengikutinya, ia terlalu premature untuk meringkus segala kepentingan ketika Indonesia hadir hanya sebagai sebuah fantasi dalam jagad hasrat. Demi masa, demi waktu, inilah Indonesia, yang hadir untuk masa depan anak-anak kita sebagai sebuah dusta

— pudakonline
Permalink

Update status, bagi saya, antara perlu dan tidak perlu, saya memberanikan diri untuk membenarkan standar ganda dalam hal ini, tapi teman saya mengingatkan, “update status, setidaknya adalah menjaga eksistensi mas, paling tidak, sampeyan masih baik-baik saja dibelahan bumi yang lain, cogito ergo sum, kata descartes, dan setidaknya menghindarkan sampeyan dari ke-terlantar-an indrawi (sensory deprivation) dalam berhubungan sosial dengan yang lain”, Keterlantaran Indrawi?... Asyem!

— pudakonline
Permalink

Tetapkan hatimu dihadapan beribu kemungkinan nduk!, hidup memang akan memberimu banyak pilihan, tapi aku telah pilihkan ini sebagai jalanmu dan jalan kita, sebuah jalan sunyi senyap dalam hidup yang akan menuntun kita pulang, ke sebuah rumah sederhana yang didalamnya kita menikmati kesedihan sama riangnya dengan kebahagiaan, disanalah kita akan menetap dan menghitung-habiskan sisa-sisa usia, dimana teh manis dan kopi dengan sedikit gula akan menjadi tokoh dalam setiap cerita

— pudakonline
Permalink

Jika reuni adalah upaya ingatan kita untuk tak pernah menyerah, perjuangan tahunan yang terus dihelat untuk melawan lupa, sekaligus sebuah upaya bagaimana merawat kenangan, merawat masa lalu yang tak pernah kembali dan tak pernah sepenuhnya bisa diingat secara menyeluruh, barangkali juga sebuah upaya sia-sia bahwa manusia memang memiliki ke-enggan-an untuk menjadi tua dan menjadi bagian dari masa lalu itu sendiri

— pudakonline
Permalink

Dengan Humor, Sampeyan akan mampu mengatasi rasa sakit luar biasa dan mampu bertahan dalam kemiskinan yang mendera! Tanpa humor yang bagus, manusia cenderung memiliki niatan untuk bunuh diri. Indonesia yang sakit dan kian melarat sedang meng-humor-i banyak hal, entah lucu entah konyol ia perlu tawa, setiap tawa mengamini setiap humor, mengurangi sakit, mirip sebuah doa, menjauhkan Indonesia dari setiap kemiskinan

— pudakonline
Permalink

Saudara-saudara warga dunia yang budiman, Perkenalkan!, inilah kami warga Indonesia, warga yang baik dan yang buruk, yang konyol dan cantik, yang sembrono dan serakah, yang rakus dan yang ramah, yang korup dan sesekali sedekah, yang santun dengan dosa, terimalah kami sebagai warga dunia, apa adanya, saudara sudah ada di hati kami, dan sedemikianlah harapan, kami ada di hati saudara-saudara semua, Terima kasih

— pudakonline
Permalink

Katakan saja nduk!, bukankah hidup telah mengajarimu banyak hal, sesuatu yang tak pernah kau katakan akan menjadi terlalu menyakitkan, ia tak hanya menyakiti perasaan orang lain tapi sekaligus menyakiti dirimu sendiri. Jangan bilang bahwa waktu akan menyadarkan, waktu akan meninggalkan kesadaran jauh di belakang, katakan saja nduk!, dengan sebaik-baiknya penyampaian, dan waktu akan memberikan ruang untuk kesadaran

— pudakonline