RSS

Memo

Remember When They Forget It
Dec 14
Permalink

Menemukan Negeri Sunyi

“Aku menemukan pena dan duniaku”

Kutipan dari : Menemukan Negeri Sunyi, Cecep Syamsul Hari

Permalink

Pantun Latihan

Kutebarkan remah roti
Di taman kota Amsterdam yang bersalju
Beribu ribu burung merpati
Berbondong bondong menyerbu

Kutebarkan remah makanan
Di taman kota Jakarta terik siang
Beribu gelandangan dan anak jalanan
Serempak datang menerjang

~ Agus R Sarjono ~

Dec 13
Permalink

Ho-lopis-kuntul-baris

Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama

Permalink

Kapitalis

Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?

~ Soekarno ~

Permalink

“... orang Papua tahu dan mengalami bahwa kolonisasi di bawah kekuasaan Indonesia jauh lebih kejam, lebih biadab, dan tak berperikemanusiaan ketimbang perlakuan pada masa kolonisasi Belanda terhadap orang Papua”

— Agus A. Alua dari Majelis Rakyat Papua dalam bukunya Papua Barat dari Pangkuan ke Pangkuan
Permalink

Berjuang

“Untuk itu, dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, memuaskan rasa keadilan seluruh komponen bangsa, perlu upaya perubahan, menjebol dan membangun, kalau perlu banting setir, itu artinya harus berjuang, harus berjuang dan harus berjuang” lagi-lagi, kata bung Karno.

Permalink

Belajar Kok Jadi Kuli!, Jadi Kuli Aja Kok Belajar

Ini sepele, sekarang orang Indonesia datang ke Malaysia hanya untuk sekedar menjadi kuli dan dipukuli, bukan seperti dulu orang Indonesia datang kesana untuk mengajar, seperti: Sutan Takdir Alisyahbana, begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo, Dr Ir Imaduddin bin Abdurahim, Umar Yunus dari IKIP Malang.

Dec 12
Permalink

“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya”

— Pramoedya Ananta Toer
Permalink

Vivere Pericoloso

Vivere Pericoloso ( nyrempet-nyrempet bahaya)
Bung Karno berkata (17 Agustus 1964)

”Disana, diantara benua Asia dan benua Asutralia, diantara lautan teduh dan lautan Indonesia, hiduplah satu bangsa yang mula-mula mencoba untuk hidup kembali sebagai bangsa, namun akhirnya kembali menjadi satu kuli diantara bangsa-bangsa”

Permalink

Pembela

Jadilah pembela teman
Buat apa membela kebenaran
Karena itu tidak akan menguntungkan

~ Kasus Oerip Artalyta