Menemukan Negeri Sunyi
“Aku menemukan pena dan duniaku”
Kutipan dari : Menemukan Negeri Sunyi, Cecep Syamsul Hari
“Aku menemukan pena dan duniaku”
Kutipan dari : Menemukan Negeri Sunyi, Cecep Syamsul Hari
Kutebarkan remah roti
Di taman kota Amsterdam yang bersalju
Beribu ribu burung merpati
Berbondong bondong menyerbu
Kutebarkan remah makanan
Di taman kota Jakarta terik siang
Beribu gelandangan dan anak jalanan
Serempak datang menerjang
~ Agus R Sarjono ~
Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama
Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?
~ Soekarno ~
“... orang Papua tahu dan mengalami bahwa kolonisasi di bawah kekuasaan Indonesia jauh lebih kejam, lebih biadab, dan tak berperikemanusiaan ketimbang perlakuan pada masa kolonisasi Belanda terhadap orang Papua”
“Untuk itu, dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, memuaskan rasa keadilan seluruh komponen bangsa, perlu upaya perubahan, menjebol dan membangun, kalau perlu banting setir, itu artinya harus berjuang, harus berjuang dan harus berjuang” lagi-lagi, kata bung Karno.
Ini sepele, sekarang orang Indonesia datang ke Malaysia hanya untuk sekedar menjadi kuli dan dipukuli, bukan seperti dulu orang Indonesia datang kesana untuk mengajar, seperti: Sutan Takdir Alisyahbana, begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo, Dr Ir Imaduddin bin Abdurahim, Umar Yunus dari IKIP Malang.
“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya”
Vivere Pericoloso ( nyrempet-nyrempet bahaya)
Bung Karno berkata (17 Agustus 1964)
”Disana, diantara benua Asia dan benua Asutralia, diantara lautan teduh dan lautan Indonesia, hiduplah satu bangsa yang mula-mula mencoba untuk hidup kembali sebagai bangsa, namun akhirnya kembali menjadi satu kuli diantara bangsa-bangsa”
Jadilah pembela teman
Buat apa membela kebenaran
Karena itu tidak akan menguntungkan
~ Kasus Oerip Artalyta