RSS

Memo

Remember When They Forget It
Apr 05
Permalink

“Belakangan, saya menyaksikan kontes idol, jujur saja, saya menyaksikannya datar dan tanpa passion, ini bukan hanya soal bagaimana nasib seseorang itu bisa berubah sedemikian instan, tapi ini adalah soal ‘man made talent’ dan ‘god given talent’, berbeda ketika saya mengenal “someone like you” milik Adele justru bukan dari Adele, tapi dari perempuan Scottish, Jade Richards. Susan Boyle adalah contoh perempuan Scotland yang lain, ia adalah contoh ketika kebanyakan perempuan berjibaku melawan usia, tapi ia justru menunjukkan extraordinary talent untuk perempuan yang berada diusianya, berawal lewat kontes, disana merak bilang ‘talent’, disini kita menyebutnya dengan ‘idola’”

— pudakonline
Mar 01
Permalink

Barangkali perselingkuhan itu dimulai dari lompatan-lompatan kecil pikiran, seperti pertanyaan dari teman laki-laki saya itu, kenapa di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM) itu tercantum masa berlaku, tetapi tidak tertera masa expired di buku nikahnya. Saya mungkin sulit membedakan mana serius dan mana guyon, tapi sedikitnya saya tahu, ia berharap cemas ada jawaban dari setiap pertanyaan iseng hasil dari lompatan-lompatan pikirannya

— pudakonline
Jan 02
Permalink

Berhitung dengan freeport

Ingat Bung Hatta? Ketika beliau diadili di Den Haag, majelis hakim bertanya apakah Hatta beserta para pejuang kemerdekaan lain mampu mengurus negara Indonesia yang merdeka? Hatta menjawab: ”Kalaupun tak mampu, itu bukan urusan Anda. Kami lebih suka melihat Nusantara musnah di bawah lautan daripada menjadi embel-embel Hindia Belanda!”

-Kwik Kian Gie

Jan 01
Permalink

Penerawang nasib

Mama Laurent tak hadir di penghujung tahun, televisi tak lagi menghadirkan mama peramal dari segala berita buruk dan berita baik di tahun baru ini, sampeyan boleh berpaling ke mama-mama peramal yang lain, dan untuk sebuah alasan, tepatnya untuk membuat sampeyan lebih percaya diri menghadapi segala keberuntungan dan kebuntungan di tahun ini, boleh jadi sampeyan mencari pengganti Nostradamus, atau yang lokal seperti Jayabaya, atau malah ke Paul si gurita peramal sekedar untuk meramalkan nasib sampeyan, sebagai bahan bergunjing tentang segala musibah dan bencana, sekaligus sebagai bonus, bergosip persoalan kawin-cerai selebritis. Makmur atau compang-camping, hidup harus diselesaikan, jangan seperti Hitler, yang keji tapi mendadak sedih ketika menemui peramal bernama Vanga Pandeva

Dec 31
Permalink

Upah, buruh, standar hidup layak, Vereenigde Oostindische Compagnie bilang boycot, dan di kemudian hari kita menyebutnya sebagai mogok kerja, turun kejalan, demonstrasi, dan yang terakhir saya ingin menyebut sebuah nama, Marsinah. Saya tak tahu, diantara sederet kata yang saya sebutkan itu saya tak bisa mengakhiri tanpa menyebut namaya, keberanian dan rasa kesetia-kawanannya mengantarkanya pada garis nasib, kepergian Marsinah untuk selamanya tak diiringi “gugur bunga” , meski namanya seolah telah menjadi simbol militansi perjuangan buruh, dan seperti yang kita tahu, Indonesia tak menyisakan tempat bagi Marsinah, dan untuk itulah saya hendak menempatkan namanya sebagai, sebut saja, penyuluh keadilan kaum buruh!

— pudakonline
Dec 21
Permalink

Jika semua hari diakhiri dengan hari minggu, dan minggu akan dianggap sebagi penutup dari jumlah keseluruhan hari dalam seminggu, maka dulu, saya selalu mencari-cari, apakah minggu esok adalah minggu awal atau minggu kedua dalam almanak penanggalan Islam. Dan kehadiran saya di hari minggu itu boleh jadi adalah sebuah perjalanan pulang, yang pergi jauh harus tahu jalan pulang, kembali ke asali, ada saudara-saudara yang akan setia menunggu kita untuk segera pulang ketika tersadar bahwa perburuan terhadap waktu tak pernah kita menangkan, ada tujuh hari dalam seminggu, ada banyak tempat sebagai pilihan, jika minggu dan bertempat dijalanan sebagai pertanda sebuah perjalanan pulang, ijinkan saya meyakini, ini bukanlah sebuah kebetulan

— Pudakonline
Dec 10
Permalink

Hari ini nduk!, Aku bangun pagi-pagi, bukan hanya untuk mendengar kicau kenari, tak hanya mencari kupu-kupu disela pohon jati, tapi lantaran ingin melihat rambutmu terbelai angin pagi, melihat jemari kakimu yang basah oleh bulir-bulir embun pagi tanpa alas kaki melewati pematang sawah semenjak hujan semusim, ini hari-mu nduk, dan jika setiap pagi adalah sebuah samsara bagimu, maka kamu-lah mutu manikam di jantung pagi

— pudakonline
Dec 04
Permalink

Aku bahkan jauh lebih memahami, bahwa segala kekhawatiran tak bisa dibandingkan dengan kepedulian, demikian halnya setiap kesalahan yang tak bisa dibandingkan dengan penyesalan, untuk itulah ingatan kita di bangun sedemikian mengagumkan, selalu ada waktu buat kita untuk ber-imajinasi tentang hidup nduk!, karena imajinasi itulah yang memberikan kita kebebasan untuk selalu berani bersama dengan kejujuran dan terkadang mengajak kita untuk berdamai dengan nasib, apakah aku terlambat ber-imajinasi untuk sebuah perayaan sederhana di hari jadimu kali ini nduk?

— pudakonline
Permalink

“Yang kita butuhkan adalah niat dan sedikit pulsa mas!, kemudian Jakarta dan kota kecil pinggiran yang pengap dan panas dimana kau tinggal tak lagi berjarak!”, perempuan wangi pecinta kopi, penggemar jeans strauss 506 dan T-shirt casual tanpa lengan, kulit putih bersih dengan lentik jemari yang tak pernah lepas dari Marlboro putih. Ketahuilah perempuan, aku laki-laki udik, lebih suka kopi tubruk daripada ice caramel machiato, masih suka mendengar sluku-sluku bathok daripada omelan tak jelas Eminem, kita ditakdirkan hanya untuk sekedar berpapasan dipersimpangan kehidupan, sekedar tegur sapa, dan bukan berada dalam ruang yang sama.

— pudakonline
Permalink

Kau akan betah berlama-lama di dekat jendela nduk!, hanya itu yang kutahu, saat tetes air hujan yang pertama kali membasahi bumi, karena saat itulah laki-lakimu pernah mengatakan, “Dari sinilah segala rindu itu bermula dan bermuara, dari sinilah kita dengan segala ketidak-mungkinan menjadi sebuah kemungkinan, dari ketiadaan hingga menjadi sebuah keadaan yang sudah sepatutnya kita syukuri. Aku dan kamu yang kemudian menjadi kita nduk, saat itu, hari ini, dan juga esok. Akan kukatakan hal yang sama lagi, meskipun hujan yang pertama kali itu mulai mwnjauh dan menghilang dari jarak pandang”

— pudakonline